Hayo langsung kita liat….

Kambing aneh, doyannya makan nasi, minum susu, dan makan kerupuk.
Dilihat postur tubuhnya, kambing betina milik warga Desa Pandanwangi Kecamatan Diwek Kab. Jombang ini, tidak ada yang aneh. Namun kebiasaan tidur, makan dan minum di luar kebiasaan kambing.

Kambing itu suka minum susu, makan nasi dengan lauk kerupuk. Tidur pun bersama pemiliknya, Dayat dan istrinya, Ny Nuryati. “Keanehan itu terlihat sejak kambing ini lahir,” kata Dayat, Kamis 25 Februari 2010.
Awalnya normal, minum susu induknya, dan makan rumput. Usia dua bulan, kambing ini sakit, nyaris mati. Ny Nuriyati dan Dayat merawatnya lebih teliti dan memberinya obat. Kambing itu diberi minum susu sapi dalam botol dengan cara didot. Setelah sembuh, terjadi perubahan itu —kambing ini tidak mau makan rumput dan minum air putih lagi.

“Pas istri saya bawa kerupuk dekat kambing itu, dia lahap kerupuk itu,” cerita Dayat.
Perilaku aneh lainnya diketahui saat nasi anaknya di piring diletakkan di teras rumah, tiba-tiba dimakan kambing itu.
Sejak itu kambing yang kemudian diberi nama Niken itu setiap hari diberi makan nasi dengan lauk kerupuk. Minumnya susu atau tajin. “Hanya kadang-kadang saja air putih,” tambah Dayat.
Untuk membuktikannya, Dayat menyodorkan rumput di tangan kanan dan kerupuk di tangan kiri. Kambing unik ini lebih memilih kerupuk.
Sore hari, kambing itu menolak masuk kandang. “Kalau dipaksa, dia berontak. Akhirnya saya keluarkan dari kandang, dan dia berlari masuk rumah,” katanya.
Di dalam rumah pun Niken tidak mau tidur di ruang tamu, tapi mengikuti Dayat dan istrinya tidur di kasur. “…sampai pagi hari,” katanya.
Tentu saja Dayat dan Ny. Nuryati—meski sudah biasa bergaul dengan kambing—tidak tahan baunya. Dua hari sekali kambing itu dikeramasi pakai shampoo. “Kalau baunya lebus sayapun juga tak mau tidur sama dia (kambing) itu,” katanya.
Porsi makan kambing manja itu sungguh banyak. Berapun nasi yang disediakan akan dilahap habis. Setiap hari Niken makan empat piring porsi manusia dewasa. Para tetangga desa dan warga desa tetangga, banyak yang datang melihat Niken. “Setiap hari ada saja orang yang ingin melihat keanehan kambing itu. Mereka ada yang membawa nasi dan kerupuk untuk kambing saya,” katanya.
Beberapa orang di antara menawar kambing itu, tapi Dayat menolak. Suroto (40) warga Tandes Surabaya sudah empat kali datang ke rumah Dayat untuk membeli kambing itu. “Saya sudah berulang kali mengatakan berminat membeli kambing itu, namun, Pak Dayat mengatakan tidak menjualnya.”
Namun sekali ditolak, Suroto datang lagi dan datang lagi. “Siapa tahu dengan sering datang, pikiran Pak Dayat berubah,” katanya.
Tapi apa kata Dayat, “Kambing ini hidup untuk dipelihara, tidak untuk dijual.”

Baru pernah denger saya ada Kambing suka makan nasi….

Iklan